Senin, 18 Oktober 2010

TCP / IP dan Subnetting

 IP Address
IP Address adalah alamat yang diberikan kejaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.01 atau dimisalkan berformat w.x.y.z. IP address adalah protokol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi di dalam jaringan.

IP address memiliki kelas-kelas seperti pada tabel 2.4.

Tabel 2.4. Kelas-kelas IP address
Kelas Range Network ID Host ID Default Subnet Mask
A 1-126 w x.y.z 255.0.0.0
B 128-191 w.x y.z 255.255.0.0
C 192-223 w.x.y z 255.255.255.0

catatan: masih ada kelas D yang jarang digunakan, dan ada IPV6 yang bakal digunakan jika IPV4 ini sudah tida mencukupi.

Misalnya Ada IP 192.168.0.100 maka termasuk IP Address Kelas C

Subnetting

Jika seorang pemilik sebuah IP Address kelas B misalnya memerlukan lebih dari satu network ID maka ia harus mengajukan permohonan ke internic untuk mendapatkan IP Address baru. Namun persediaan IP Address sangat terbatas karena banyak menjamurnya situs-situs di internet.

Untuk mengatasi ini timbulah suatu teknik memperbanyak network ID dari satu network yang sudah ada. Hal ini dinamakan subnetting, di mana sebagian host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat network ID tambahan.

Sebagai contoh, misal di kelas B network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 dimana oktet ketiga diselubung dengan 224. maka dapat di hitung dengan rumus 256-224=32. maka kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32, 64, 128, 160, dan 192. Dengan demikian kelompok IP address yang dapat dipakai adalah:

130.200.32.1 sampai 130.200.63.254
130.200.64.1 sampai 130.200.95.254
130.200.96.1 sampai 130.200.127.254
130.200.128.1 sampai 130.200.159.254
130.200.160.1 sampai 130.200.191.254
130.200.192.1 sampai 130.200.223.254

Atau akan lebih mudah dengan suatu perumusan baik dalam menentukan subnet maupun jumlah host persubnet.Jumlah subnet = 2n-2, n = jumlah bit yang terselubung

Jumlah host persubnet = 2N-2, N = jumlah bit tidak terselubung

Sebagai contoh, misalnya suatu subnet memiliki network address 193.20.32.0 dengan subnet mask 255.255.255.224. Maka:
Jumlah subnet adalah 6, karena dari network address 193.20.32.0 dengan memperhatikan angka dari oktet pertama yaitu 193, maka dapat di ketahui berada pada kelas C. dengan memperhatikan subnetmask 255.255.255.224 atau 11111111.11111111.11111111. 11100000 dapat diketahui bahwa tiga bit host ID diselubung, sehingga didapat n = 3 dan didapat:jumlah subnet = 23-2 = 6.

Sedangkan untuk jumlah host persubnet adalah 30, ini didapat dari 5 bit yang tidak terselubung, maka N = 5 dan akan didapat: jumlah host per subnet = 25-2 = 30.

Bit terselubung adalah bit yang di wakili oleh angka 1 sedangkan bit tidak terselubung adalah bit yang di wakili dengan angka 0.

Jumat, 08 Oktober 2010

Laporan Praktikum Linux

Pada kegiatan praktikum Linux pertemuan pertama kami belajar bagaimana cara menginstall linux ubuntu, tetapi saya belum terlalu mengerti. apalagi cara membagi partisinya saya masih bingung. Namun kemarin saya meminta teman saya untuk mengajari bagaimana cara menginstall linux ubuntu, dan mempraktikannya menggunakan PC yang ada di laboratorium dan berhasil. Saya ingin mencoba menginstalnya di notebook saya, namaun takut salah membagi partisinya. Saya tidak terlalu ingat untuk menjelaskan langkah - langkahnya, maka dari itu saya mencoba browsing melalui google untuk mencari cara menginstal linux.
Menyamber tulisan Pak Urip (Helgeduelbeg) tentang Linux ternyata mudah dan mempesona berikut ini saya membagi pengalaman menginstall ubuntu dalam enam langkah seperti yang disebutkan Pak Urip (Helgeduelbeg). Walaupun barangkali ada tentang hal ini pada blog atau website yang lain tapi saya ingin membagi pengalaman tentang hal ini.
Ubuntu yang saya gunakan teranyar 6.10 (Edgy Eft). format DVD untuk live dan install artinya setelah terlihat live pada layar tinggal klik install yang tersedia, yang jelas memang perlu mengatur Boot pertama adalah dari CD/DVD agar ubuntu dapat tampil secara live pada layar, saya ambil screen gambar langkah pertamanya sbb. :
deni-triwardana-ubuntu-l1.png
Dilangkah pertama ini kita dapat memilih bahasa yang kita akan pakai pada waktu menginstall, disini saya gunakan Bahasa Indonesia.
Berikutnya kita klik Maju maka kita berada di langkah kedua dengan gambar screennya sbb. :
deni-triwardana-ubuntu-l2.png
Dilangkah kedua ini kita dapat memilih lokasi kota kita berada dan mengatur waktu yang sedang berlangsung saat kita instal, pada langkah kedua ini saya tidak merubah apapun karena pilihan lokasi langsung Jakarta sedang untuk waktu saya tidak rubah karena bisa diatur nanti. Klik Maju saja.
Maka kita berada dilangkah ketiga dengan gambar screennya sbb. :
deni-triwardana-ubuntu-l3.png
Dilangkah ketiga ini kita dapat memilih jenis susunan papan ketik yang sedang kita pakai, pada langkah ini juga saya tidak memilih apapun pada kotak pilihan karena menurut saya keyboard atau papan ketik yang saya gunakan adalah standard, jadi pada langkah ketiga ini saya hanya klik Maju.
Sehingga kita berada pada langkah yang keempat dengan gambar screennya sbb. :
deni-triwardana-ubuntu-l4.png
Pada langkah keempat ini kita wajib memasukan nama kita sebagai pemakai, saya pakai nama sekolah tempat saya mengajar karena memang saya sedang meng-install ubuntu di komputer milik sekolah, kemudian pada kotak yang kedua kita harus memasukan nama login kita semacam userid begitu, pada kotak yang ketiga ada dua kotak, kedua kotak ini harus kita masukan password untuk login keduanya harus diisi sama persis jangan berbeda sesuai dengan keterangan dibawahnya, nah… pada kotak keempat kotak terakhir kita bisa memasukan nama komputer yang sedang kita install agar nanti pada waktu terhubung jaringan nama komputer kita tampak seperti apa yang kita berikan disini. Setelah itu klik Maju.
Dan Sekarang kita berada pada langkah yang kelima dengan gambar screenya sbb. :
deni-triwardana-ubuntu-l5.png
Dilangkah kelima ini kita harus membuat pilihan partisi yang akan dipakai,
Pilihan pertama biarkan ubuntu yang memilihkannya untuk kita dengan menaruh seluruh file install ke ruang yang tersedia pada harddisk yang sedang kita pakai,
Pilihan Kedua Jika kita ingin menghapus seluruh isi harddisk kemudian ubuntu yang akan mengaturnya dengan menguasai pengelolaan manajemen harddisk kita pada penginstalllan ini.
Pilihan Ketiga (yang terakhir), Jika kita melakukannya secara manual, pilihan ini bisa kita pilih jika memang sudah mahir dengan menggunakan software yang disediakan yaitu qparted.
Saran saya pilih saja pilihan pertama biarkan Ubuntu memilihkan ruang yang tersisa dari hardisk kita kemudian mengaturnya sedemikian rupa sehingga kita tinggal pakai saja. Saya pilih pilihan pertama kemudian klik Maju.
Sampailah kita pada langkah keenam yaitu langkah terakhir dari enam langkah ini, dengan gambar sbb. :
Wah yang keenam ini file gambarnya lupa saya capture ! mungkin saya akan lanjutkan nanti. Yang pasti dilangkah yang terakhir ini kita diberitahukan pilihan bootnya grub lalu klik Selesai.
Akan terlihat pada layar garis prosentase penyelesaian install oleh ubuntu yang sedang menyalin file-filenya ke hardisk kita, Setelah selesai maka akan restart jangan lupa cd/dvd ubuntunya dikeluarkan lebih dahulu agar tidak boot dari cd/dvd live kemabali sehingga boot akan langsung dari hardisk.
Saya kira uraian di atas ini cukuplah sebagai panduan 6 Langkah Install Ubuntu, semoga bermanfaat.
Jika langkah-langkah di atas ini menurut Anda masih ada kekurangan silahkan ditambahkan dan disempurnakan.